<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KEWIRAUSAHAAN</title>
	<atom:link href="http://andihm.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andihm.net</link>
	<description>Entrepreneur Motivator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Jan 2010 23:50:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Bantuin NgeBlog Dong</title>
		<link>http://andihm.net/bantuin-ngeblog-dong/</link>
		<comments>http://andihm.net/bantuin-ngeblog-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 23:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AndiHM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Desktop Blog Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Live Writer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andihm.net/bantuin-ngeblog-dong/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan seneng dulu, dengan judul tersebut, bukan berarti saya menawarkan anda untuk membuatkan sebuah blog, tetapi disini saya mau berbagi pengalaman mengenai software atau program yang dapat membantu dalam membuat post di blog anda. Saya juga ngak terlalu paham mengenai nama yang tepat untuk software tersebut, untuk membuatnya simple, kita sebut saja sebagai Desktop Blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/Windows_Live_Writer_logo.png"><img class="alignleft size-full wp-image-458" title="Windows_Live_Writer_logo" src="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/Windows_Live_Writer_logo.png" alt="" width="256" height="256" /></a>Jangan seneng dulu, dengan judul tersebut, bukan berarti saya menawarkan anda untuk membuatkan sebuah blog, tetapi disini saya mau berbagi pengalaman mengenai software atau program yang dapat membantu dalam membuat post di blog anda. Saya juga ngak terlalu paham mengenai nama yang tepat untuk software tersebut, untuk membuatnya simple, kita sebut saja sebagai Desktop Blog Editor yach (software untuk mengelola blog dari desktop anda, keren ngak sih <img src='http://andihm.net/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' />  , atau kira-kira yang cocok apa yach).</p>
<p>Biasanya saya membuat sebuah post di blog-blog saya (emangnya punya blog berapa biji <img src='http://andihm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), dengan cara mengetiknya langsung di blog editor yang disediakan oleh blog platform, tentunya dengan tetap tersambung dengan internet (online). Apa yang terjadi, blog saya diisi dengan banyak sekali unpulish post alias draft. Kenapa bisa demikian, yach, salah satu faktornya karena saya lagi online, dimana konsentrasi dalam menulis tergangu dengan email-email yang masuk atau godaan untuk googling (browsing) begitu terlintas untuk mencari sesuatu di internet. Untuk mengatasi hal tersebut, kadangkala saya membuat konsep atau post draft di microsoft word atau notepad, baru kemudian di copy paste, walaupun banyak membantu, namun cara kedua ini juga masih banyak kelemahannya, masih diperlukan pengeditan lebih lanjut di blog editor blog platform, misalnya memberi catagoy, tag(s), inserting link, inserting picture, pokoknya masih banyak lagi yang perlu dikerjakan untuk cara kedua tersebut.</p>
<p>Disini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam pencarian alat bantu untuk ngeblog. Waktu itu saya googling dengan tidak tau kata kunci yang benar, so rada-rada frustuasi juga pada saat itu, and pengalaman yang paling lucu waktu itu, saking frustuasinya, saya menuliskan kata kunci &#8216;bantuin ngeblog dong&#8217; <img src='http://andihm.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />  , pasti anda tau dong, yang ada bener-bener blogger yang sedang minta bantuan mengatasi problem yang dihadapi dalam ngeblog. Terinspirasi oleh hal tersebut, makanya saya membuat judul ini, siapa tau aja ada yang frustasi kaya saya <img src='http://andihm.net/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya ada beberapa desktop blog editor yang dapat dipergunakan, misalnya Blogdesk, Ecto, w.bloggar, Qumana, Word 2007 dan yang merupakan favorite saya adalah Windows Live Writer (WLW). Kenapa menjadi favorite, karena saya baru mencoba Word 2007 dan WLW (yang lainnya baru diliat-liat aja). Sebenarnya Word 2007 cukup bagus dipergunakan, cuman karena suatu alasan (kayanya ngak etis dipaparkan disini), so saya putuskan untuk sharing WLW aja, karena beberapa hal sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Secara umum (mirip dengan desktop blog editor lainnya), memungkinkan saya untuk membuat sebuah atau banyak post secara offline. Hal ini mempermudah saya untuk lebih konsentrasi dalam menulis post tersebut. Selain hal tersebut, tentunya menghemat biaya internet, terutama kalau koneksi internet yang kita pergunakan adalah time base(hitung sendiri aja berapa yang dihemat).</li>
<li>Selain hal tersebut, ini umum juga kali, WLW merupakan software yang disediakan secara gratis tetapi ngak gratisan (sangat berguna, and saya rasa lebih mudah menggunakannya dibandingkan mempergunakan blog editor default by wordpress). Pokoknya gratisan yang ngak gratisan <img src='http://andihm.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Memungkinkan untuk mengadministrasikan beberapa blog sekaligus dan sangat mudah untuk melakukan setting (configure) masing-masing blog tersebut. WLW men support sangat banyak blog platform, seperti tentu saja WordPress, Blogger, TypePad dan yang lainya, so yang anda butuhkan hanya satu WLW saja untuk mengadministarasikan tulisan anda, tanpa perlu untuk login kemasing-masing blog platform tersebut.</li>
<li>Salah satu yang menakjubkan saya pada WLW adalah kemudahannya dan kemampuannya untuk <a title="WLW Logo" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank"><img style="border-width: 0px;" src="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/windows-live-writer.jpg" border="0" alt="windows_live_writer" width="46" height="232" align="right" /></a>urusan <strong>Inserting Picture</strong>. Saya tidak perlu lagi meng upload image ke directory penampung file lalu meng inset image ke halaman &#8220;write post&#8221; wordpress saya, namun yang saya butuhkan hanya insert picture dari folder yang ada dikomputer (Insert Picture from File) atau dari sebuah situs di internet (Insert Picture from Web) atau copy paste image (gambar dari file Word misalnya) di WLW (disertai manipulasi kalau diperlu) and di upload secara otomatis bersamaan dengan publish post (so simple hah). Selain hal tersebut WLW juga menyediakan fasilitas <strong>Image Effects</strong> yang memungkinkan saya untuk memberikan effect &#8216;drop shadow&#8217;, &#8216;black and white&#8217;, &#8216;sepia tone&#8217;, &#8216;temperature adjustment&#8217;, &#8216;color pop&#8217;, &#8216;sharpen&#8217;, &#8216;gaussian blur&#8217; dan &#8216;emboss&#8217;, dan yang lebih menarik lagi saya dapat menambahkan &#8216;watermark&#8217; pada gambar tersebut. Ada juga menu <strong>Image Actions</strong>, yang memudahkan saya untuk mengajdust brightness and contrast dari gambar tersebut, dan lebih seru lagi dapat memutar (rotate) gambar (lihat Windows Live Writer Logo yang telah diputar). Oh iya Logo tersebut sudah saya beri link (Insert Hyperlink), sehingga memungkinkan anda yang berminat untuk men download sofware tersebut secara gratis dengan mengklik logo tersebut. <a href="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/wlw-ist-menu.png"><img style="border-width: 0px;" src="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/wlw-ist-menu-thumb.png" border="0" alt="wlw_ist_menu" width="149" height="165" align="right" /></a></li>
<li>Fasiltas <strong>Insert Table</strong> yang disediakan WLW juga sangat membantu saya untuk membuat table (kalau ngak salah di wordpress ngak ada fasilitas tersebut).</li>
<li>Yang ngak kalah seru anda dapat <strong>Add a Plug-in&#8230;</strong>, dengan fasilitas ini  saya dapat menambah beberapa plug-in, misalnya &#8216;Flickr4writer&#8217;, yang memungkin saya untuk melihat atau mencari photo yang ada di &#8216;Flickr&#8217; dan kemudian (kalau mau) bisa meng insert nya ke post yang sedang saya buat. Banyak sekali flug-in yang disediakan, anda tinggal meng klik fasilitas tersebut, dan kemudian tinggal download plug-in yang sesuai dengan kebutuhan.</li>
</ul>
<p><a href="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/wlw-nav-menu.png"><img style="border-width: 0px;" src="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/wlw-nav-menu-thumb.png" border="0" alt="wlw_nav_menu" width="604" height="30" /></a></p>
<ul>
<li>Pada gambar navigator menu diatas ada tombol <strong>Publish</strong> yang membantu saya untuk mem pusblish post baru maupun yang telah diedit tanpa perlu untuk login lagi ke wp-admin. dan yang paling ujung kanan <strong>Weblog</strong> saya pergunakan untuk mengadministrasikan blog-blog yang saya punyai.</li>
</ul>
<p>Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa saya paparkan di Bantuin NgeBlog Dong ini mengenai WLW, tapi kayanya lebih baik segera <a href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">download</a> dan utak-atik sendiri deh. Kesimpulannya dengan WLW saya dapat menulis dan memanipulasi tulisan saya dengan sangat mudah.</p>
<p>Tulisan ini saya buat untuk menambah semangat diri saya sendiri maupun blogger (anda) lainnya dalam hal memproduksi dan memproduksi tulisan baru. Bukankah dengan Windows Live Writer lebih mempermudah aktivitas ngeblog kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andihm.net/bantuin-ngeblog-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh Umroh (part 2)</title>
		<link>http://andihm.net/oleh-oleh-umroh-part-2/</link>
		<comments>http://andihm.net/oleh-oleh-umroh-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 02:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AndiHM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andihm.net/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah&#8230; Hanya itulah kata yang dapat menggambarkan kejadian itu. Lo kok ? ? ?. Begini kejadian yang sangat sederhana, namun membuat saya harus kehilangan kata-kata lain untuk menggambarkannya. Posting &#8220;Oleh-oleh Umroh&#8220; merupakan pengalaman umroh bulan Juli tahun 2007, dimana pada waktu itu sempat terlontar untuk umroh bersama-sama lagi (dengan kelompok-kelompok yang lain) setahun akan datang. Suatu hari di awal bulan Mei tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #339966;">Subhanallah&#8230;</span><br />
</strong>Hanya itulah kata yang dapat menggambarkan kejadian itu. Lo kok ? ? ?.<br />
Begini kejadian yang sangat sederhana, namun membuat saya harus kehilangan kata-kata lain untuk menggambarkannya.<br />
Posting &#8220;<a title="Oleh-oleh Umroh " href="http://andihm.net/?p=102" target="_blank">Oleh-oleh Umroh</a>&#8220; merupakan pengalaman umroh bulan Juli tahun 2007, dimana pada waktu itu sempat terlontar untuk umroh bersama-sama lagi (dengan kelompok-kelompok yang lain) setahun akan datang. Suatu hari di awal bulan Mei tahun 2008 (belum genap setahun) ada pembicaraan dikeluarga kami yang intinya, kedua orang tua saya ingin merayakan hari perkawinan mereka di Tanah Suci sambil beribadah Umroh.<br />
Saya tidak tau dengan pasti apa maknanya, tetapi semua kejadian yang saya alami terasa begitu &#8220;kebetulan&#8221;. <em>Pertama</em>, waktu untuk memutuskan untuk berumroh mepet, tetapi ternyata masih bisa ikut pada jadwal umroh yang sesuai dengan tanggal perkawinan karena ada peserta lain yang mengundurkan diri. <em>Kedua</em>, kami (seluruh keluarga besar) mengantar orang tua kami ke bandara, bisanya hanya didrop oleh supir dan semuanya sudah di urus oleh biro perjalannan umrohnya. <em>Ketiga</em>, saya melihat group peserta umroh yang turun dari salah satu bus ternyata adalah group yang saya kenal cukup baik, dimana ibu Nekat termasuk didalamnya.<span id="more-63"></span><br />
Entah karena apa, saya begitu antusias untuk menemui ibu Nekat dan begitu pula sebaliknya pada saat ia melihat saya. Saya sangat ingat kata-kata yang pertama ia lontarkan pada saat itu &#8220;nang, mimih wes tuku crp&#8221; (nak ibu sudah membeli crp)&#8230; wah, ternyata, walaupun Ibu Nekat sudah membeli sebuah mobil honda CRV, dia masih tetap tidak bisa mengucapkan nama jenis mobil itu dengan baik. Kemudian kami (saya, istri saya dan Ibu Nekat) terlibat pembicaraan yang tidak terlalu lancar, dimana saya dan istri saya hanya paham sedikit-sedikit bahasa daerah Ibu Nekat, sedangkan Ibu Nekat hanya bisa berbahasa Indonesia campuran (ingat sampai pada tahap ini, Ibu Nekat hanyalah seorang wanita biasa yang hanya mengerti bahasa daerahnya saja dan buta huruf).<br />
Secara garis besar, pembicaraan kami :</p>
<ul>
<li>Dari segi usahanya (pedagang ikan besar), ibu Nekat sudah berhasil menambah armada kapal ikannya menjadi 6 buah dan juga menambah beberapa kedaraan operasionalnya (mobil bak terbuka).</li>
<li>CRV, merupakan mobil pribadi ketiganya. Ironisnya dia lebih suka menggunakan kendaraan operasionalnya untuk kegiatan sehari-harin. &#8220;Mimih punyeng nang&#8221; (ibu pusing nak) katanya mengenai mobil pribadi tersebut, AC nya dingin sekali, tambahnya.</li>
<li>Dibidang spiritual, selain bertekat untuk setiap tahun menjalankan ibadah umroh, ibu Nekat hampir tidak pernah memegang uang &#8220;cash&#8221; karena selalu dihamburkan untuk mereka &#8220;yang lebih membutuhkan&#8221; katanya. Kegiatan ini telah dilakukannya sejak dia memperoleh uang hasil keringatnya untuk pertama kali. Sedikit menggoda, saya bertanya, &#8220;Mimih bayar biaya umroh dari mana?&#8221;, &#8220;beli weruh nang&#8221; (ngak tau nak), setiap kali ketua kelompoknya mengajak untuk berumbroh, pasti selalu ada uang cash yang baru didapatkannya, tambahnya lagi.</li>
<li>&#8216;Gosip time&#8217; beberapa kali terganggu oleh permintaan ibu Nekat kepada saya untuk men-dial nomor telpon beberapa saudaranya dikampung melalui telpon genggam yang dimilikinya (ironisnya, dia hanya tau mempergunakan satu tombol untuk menerima telpon saja, tombol lain and feature canggih lainya di hp tsb, tau ah elap). Isi pembicaraan ibu Nekat dengan saudara2nya ternyata lebih banyak didominasi oleh keteledoran dan kecerobohan ibu Nekat, seperti misalnya gas yang habis karena kompor tidak dimatikan atau bagaimana dia tersadar kalau 3 buah kunci mobil pribadinya terbawa di tas plastik yang disimpan di kopor jinjingnya (karena ngak pernah dipake kale).</li>
</ul>
<p>Tanpa terasa gosip time berakhir karena peserta umroh harus segera menuju ruang tunggu keberangkatan. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari kejadian itu, namun pada kesempatan ini saya coba hanya mengintisarikan dua topik :</p>
<ul>
<li>&#8216;Kebetulan&#8217; adalah suatu peluang yang tak terduga. Seringkali peluang datang menghampiri kita, tetapi tidak kita manfaatkan, malah kita membuangnya begitu saja. Kebetulan sering kali terjadi dan sesering itu pula kita melupakannya. Cobalah untuk menpergunakan kebetulan, karena kebetulan tidak mungkin terjadi tanpa adanya <em>usaha</em>.</li>
<li>&#8216;Keyakinan&#8217; sangat mudah untuk diucapkan, namun pernahkah kita mempertanyakan seberapa besar <em>usaha</em> yang kita lakukan untuk sebuah keyakinan. Ibu Nekat merasa yakin betul bahwa menghamburkan uang untuk mereka yang lebih membutuhkannya akan menghasilkan sesuatu yang lebih dari usaha yang dilakukannya. Dari ucapannya “Nang, kalau kita menanam padi dengan niat yang baik, nanti hasilnya akan berupa padi yang melimpah, bukan pelem gedong (kebetulan dia juga punya kebon mangga gedong khas daerahnya). “Yakini, Lakukan (<em>usaha</em>) dan Panen Hasilnya”.</li>
</ul>
<p>Sekali lagi, sampai pada tahap ini, ibu Nekat hanyalah wanita biasa yang hanya mengerti bahasa daerahnya dan buta huruf. Saya harus banyak introspeksi, mudah-mudahan usaha yang dilakukan ibu Nekat demi sebuah keyakianan dapat saya tiru, dimana selama ini saya terlalu banyak berganti-ganti keyakinan karena saya sebenarnya tidak yakin.<br />
“Yakin dan Usaha” akan menghasilkan “Kebetulan”.<!--more--><!--more--><code></code><code></code><ins datetime="2009-02-20T14:21:51+00:00"></ins></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andihm.net/oleh-oleh-umroh-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh Umroh</title>
		<link>http://andihm.net/oleh-oleh-umroh/</link>
		<comments>http://andihm.net/oleh-oleh-umroh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 16:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AndiHM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andihm.net/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Al-Hamdulillah Selain mendapatkan pengalaman spritual luar biasa dalam perjalanan umroh (22 &#8211; 31 Juli 2007), saya juga mendapatkan berbagai pengalaman ilmu kewirausahaan, baik dari sesama kelompok jemaah, maupun dari pelaku bisnis yang berada dilingkungan perjalanan umroh tersebut. Untuk kali ini, saya ingin membagi pengalaman yang saya peroleh dari seorang jemaah peserta umroh. Alkisah, ibu Nekat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #339966;">Al-Hamdulillah<br />
</span></strong><a href="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/06/umroh.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-461" title="umroh" src="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/06/umroh.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a>Selain mendapatkan pengalaman spritual luar biasa dalam perjalanan umroh (22 &#8211; 31 Juli 2007), saya juga mendapatkan berbagai pengalaman ilmu kewirausahaan, baik dari sesama kelompok jemaah, maupun dari pelaku bisnis yang berada dilingkungan perjalanan umroh tersebut. Untuk kali ini, saya ingin membagi pengalaman yang saya peroleh dari seorang jemaah peserta umroh.<br />
Alkisah, ibu Nekat (sebut saja demikian) adalah seorang ibu paruh baya dengan keterbatasan bahasa (hanya bisa bahasa daerah asalnya, tidak dapat berbahasa Indonesia, apalagi bahasa Arab atau bahasa Inggris dan sekaligus buta huruf), selain bersama sekitar 16 orang peserta lain sesama daerah asalnya, dalam kelompok lebih kecil, ibu Nekat disertai oleh ibu kandungnya (maaf sudah agak pikun) dan ibu tirinya (maaf pendengarannya kurang).<span id="more-102"></span><br />
Pada awalnya tidak ada yang aneh dengan kondisi ibu Nekat, karena dia selalu bersama dengan kelompok besarnya. Pada suatu hari ibu Nekat dan kedua orang kelompok kecilnya berada di depan lift dan kebetulan saya berada disana bersama mereka untuk menunggu lift. Disinilah baru saya mengetahui kondisi mereka, ternyata tidak ada satupun dari mereka yang dapat mempergunakan lift. Jadi selama ini, mereka hanya mengandalkan orang lain untuk itu, dimana kalau bukan dengan kelompok besarnya, mereka hanya mengikuti orang yang menggunakan lift tersebut, syukur-syukur kalau orang tersebut satu jurusan (naik atau turun).<br />
Berawal dari kondisi itu, saya tertarik untuk berkomunikasi dengan mereka dan coba membantu kesulitan-kesulitan yang mereka alami (kebetulan saya mengerti sedikit dengan bahasa daerah mereka).<br />
Suatu hari kami serombongan bersiarah ketempat-tempat persiarahan, dimana kebetulan saya satu bus dengan mereka. Selama dalam perjalanan saya berbicang-bicang dengan ibu Nekat, Subhanallah, ternyata banyak sekali dari kehidupan ibu Nekat yang dapat kita jadikan pelajaran maupun yang perlu kita teladani.<br />
Ibu Nekat, semasa mudanya atau saat pertama memulai usahanya tidak mempunyai modal uang sepersenpun, awalnya dia hanya membantu para nelayan untuk menurunkan hasil tangkapan ikan dari perahu atau kapal penangkap ikan dan dibawa ke tempat pelelangan ikan (anda dapat bayangkan berapa yang diperoleh ibu Nekat untuk usahanya pada saat itu). Suatu hari ibu Nekat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelelangan mewakili salah satu pedagang ikan yang tidak dapat hadir. Entah karena nasib baik atau memang karena pengalaman ibu Nekat yang selalu mengikuti pelelangan (walaupun hanya menonton saja), peran ibu Nekat sebagai penawar dalam lelang dianggap sangat baik oleh pedagang ikan yang diwakilinya.<br />
Mulai saat itu ibu Nekat beralih profesi dari kuli panggul menjadi penawar di pelelangan (walaupun baru sebagai wakil atau bisa kita sebut &#8220;joki&#8221;). Namanya juga ibu Nekat, setelah berbulan-bulan menjadi joki, dia nekat untuk menjadi pedangang ikan. Awalnya dia berhasil meminjam uang untuk jangka satu hari, dimana uang tersebut dipergunakan untuk melakukan penawaran di pelelangan ikan dan hasilnya dia jual kembali ke pedagang ikan yang lebih besar. Tahap ini kita sebut saja ibu Nekat mempunyai profesi sebagai &#8220;pedagang kecil&#8221;. Pada tahap ini, ibu Nekat mempunyai pikiran yang sangat sederhana, yaitu bagaimana mengembalikan uang yang dia pinjam tepat waktu&#8230;<br />
Selanjutnya, dengan uang yang diakumpulkan sedikit demi sedikit dari profesi sebagai pedagang kecil dan mendapat kepercayaan dari para pemodal untuk menambah jumlah pinjaman dan waktu pinjamannya (dari sehari menjadi satu minggu), ibu Nekat memulai tahap baru dalam karirnya sebagai entrepreneur, yaitu menjadi pegadang ikan skala menengah (kita sebut saja pedagang menengah). Pada tahap ini, ikan yang diperoleh dari hasil pelelangan, dijual kembali kepasar-pasar tradisional di luar daerahnya. Ibu Nekat menyewa mobil bak terbuka untuk keperluan operasionalnya, dan sekaligus bertindak sebagai kenek, kuli angkut dan penjual (ingat pada tahap ini, ibu Nekat hanyalah seorang wanita biasa yang hanya mengerti bahasa daerahnya saja dan butu huruf).<br />
Singkat cerita, dari kerja kerasnya, ibu Nekat setahap demi setahap dapat meningkatkan penghasilan maupun karirnya, saat ini ibu Nekat sudah mempunyai 4 buah kapal penangkap ikan dan statusnya pun sudah meningkat menjadi pedagang ikan besar atau juragan ikan. Lagi-lagi dalam taraf ini, ibu Nekat hanyalah wanita biasa yang hanya mengerti bahasa daerahnya saja dan buta huruf.<br />
Dalam bahasa daerahnya dia menceritakan bahwa saat ini, selain empat buah kapal yang dimilikinya dia mempunyai beberapa kendaraan operasional (mobil bak terbuka), 2 mobil nissan terbaru sebagai mobil pribadi, beberapa buah rumah, emas dan perhiasan yang saya lupa berapa beratnya dan kurang lebih 17 hektar sawah. Diakhir perbincangan, dia menanyakan kepada saya harga mobil crp (ternyata maksudnya Honda CRV), katanya dia pengen beli sepulang umroh.</p>
<p>Dari kisah tersebut, ada beberapa faktor yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran maupun yang perlu kita teladani dari kehidupan ibu Nekat :<br />
1. Jujur<br />
2. Bekerja Keras<br />
Betapa malunya saya pada diri sendiri, dengan gelar master yang saya punyai, dengan kemampuan multi bahasa, finasial dan seabrek kelebihan-kelebihan lain yang saya miliki dibandingkan dengan ibu Nekat, saya hanyalah seorang pemalas (lawan dari bekerja keras yang dilakukan ibu Nekat), kadang-kadang tidak jujur dan terlalu banyak keinginan yang mau dikerjakan yang ujung-ujungnya hanya NATO&#8230; Kiranya kisah ibu Nekat dapat menjadi renungan bagi kita semua dan terutama diri saya sendiri&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andihm.net/oleh-oleh-umroh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wirausaha Baru</title>
		<link>http://andihm.net/wirausaha-baru/</link>
		<comments>http://andihm.net/wirausaha-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 22:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AndiHM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andihm.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pa’ Andi, saya pengen jadi wirausaha, usaha apa sih yang sekarang lagi tren? atau usaha yang bagus sebagai usaha saya saat ini ? ? ? Begitulah kira-kira garis besar pertanyaan yang sering saya dapat, baik dari calon client maupun mahasiswa… Sebenarnya ini pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab, semudah pertanyaannya, tinggal sebut beberapa usaha yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/matapen180.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-290" title="matapen180" src="http://andihm.net/wp-content/uploads/2008/12/matapen180.gif" alt="" width="180" height="137" /></a>Pa’ Andi, saya pengen jadi wirausaha, usaha apa sih yang sekarang lagi tren? atau usaha yang bagus sebagai usaha saya saat ini ? ? ?<br />
Begitulah kira-kira garis besar pertanyaan yang sering saya dapat, baik dari calon client maupun mahasiswa…<br />
Sebenarnya ini pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab, semudah pertanyaannya, tinggal sebut beberapa usaha yang lagi ngetren atau usaha-usaha yang mudah untuk dilakukan (dari aspek keuangan maupun operasional), maka terjawablah pertanyaan itu…<br />
Segitu mudahkah seseorang untuk memulai usaha baru… Atau sebegitu mudahnyakah menjawab pertanyaan semacam itu…<br />
Jawabannya Ya/Yes/He’eh, kalau kita mau menambah jumlah wirausaha baru yang GAGAL dalam merintis usaha…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andihm.net/wirausaha-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
